Asiah Binti Muzahim

gambar illustrasi

Dialah salah seorang wanita beriman yang di jamin masuk syurga, meski ketika di dunia di takdirkan menjadi pendamping pejabat zhalim. Pejabat yang bukan hanya semena-mena akan tetapi lebih dari itu sudah mengaku diri nya sebagai tuhan. Ya, Asiah adalah istri Fir’aun, yang kisah kezhaliman nya paling sering di ulang-ulang di dalam Al-Qur’an.

Ketika masih gadis, asiah merupakan bunga di kota nya, bahkan kecantikan nya terkenal sampai ke penjuru kota.

Ketika mendengar hal itu, Fir’aun segera melamar nya untuk di jadikan permaisuri nya.

Sifat Asia yang lemah lembut, rendah hati sungguh sangat kontradiktif dengan sifat Fir’aun yang kasar, sombong, kejam dan selalu ingin di puja

bahkan ia berani mengaku sebagai tuhan dan seluruh rakyat di perintahkan menyembah nya.

Setelah menjadi permaisuri, Asiah adalah wanita yang paling dekat dan sangat di cintai Fir’aun. Ia bahkan mendapat pengecualian dari hukum Fir’aun yang sangat kejam. Hal ini terbukti saat sang permaisuri mengangkat anak seorang bayi laki-laki yang di ambil dari sebuah peti dari sungai Nil. Padahal kala itu Fir’aun memerintahkan pembunuhan terhadap semua bayi laki-laki yang lahir di seantero Mesir.

Bayi itu kemudian di beri nama Musa. Dan lewat anak angkat nya inilah suatu ketika Asiah beriman kepada Allah Ta’ala.

Asiah hidup di dalam istana Fir’aun, yang begitu di takuti rakyat nya. Bukan hanya itu, orang-orang terdekat suami nya adalah penjilat dan pejabat rusak. Para penyihir Fir’aun juga selalu mengamini keinginan nya. Dalam lingkungan demikian Asiah harus mempertahankan keyakinan nya.

Pada suatu hari, Asiah di ajak Fir’aun untuk menyaksikan adu kekuatan antara Musa dan tukang-tukang sihir, seluruh rakyat pun di undang karena Fir’aun yakin bahwa Musa akan kalah.

Hati Asiah tersekat ketika tukang sihir Fir’aun melemparkan tali yang seketika itu juga berubah menjadi ular yang amat banyak.

Tapi, hati Asiah menjadi lega ketika melihat ketenangan yang luar biasa terpancar dari wajah anak angkat nya itu.

Tak sedikit pun Musa merasa gentar, karena ia telah mendapat Mukjizat dari Allah.

Ia menjatuhkan tongkat yang sedari tadi di pegang nya. Dan ajaib, tongkat itu berubah menjadi Ular besar yang-

kemudian memakan ular-ular para tukang sihir itu.

Dalam hati Asiah amat senang. Sebalik nya dengan Fir’aun, ia menjadi murka, apalagi saat tukang-tukang sihir itu berbalik arah, beriman kepada Tuhan nya Musa.

Ketika mala menjelang, di peraduan Fir’aun menumpahkan kekesalan nya, dengan mengajak berdiskusi istri nya tercinta. Namun Asiah tidak sedikit pun menanggapi kekesalan Fir’aun. Ia tidak berkomentar apapun mengenai Musa. Ia sibuk berdo’a untuk keselamatan anak angkat nya itu.

Melihat permaisuri nya diam, Fir’aun menjadi curiga.

“Apakah engkau tidak marah kepada Musa?” Fir’aun.

“Mengapa harus marah? Marah karena apa ” Asiah balik bertanya.

“Dia tidak mengakui aku sebagai tuhan, akulah yang maha agung, semua harus menyembah ku. Tapi MUsa malah menyuruhku menyembah kepada Tuhan nya.”

Dengarlah, suami ku, sesungguh nya yang membuat keadaan ini adalah Hamam. Perdana Mentri mu itu menghendaki kesenjangan antara engkau dan Musa,

dan berharap agar engkau semakin jauh dari Musa !” kata Asiah.

“Hamam adalah perdana Mentri ku yang paling setia, engkau pasti membenci nya! Tidak, ini bukan salah Hamam.

Engkau tidak boleh membenci Hamam. Tapi bencilah Musa karena dia telah menjadi musuh kita yang harus di perangi dan di binasakan!” Kata Fir’aun penuh amarah.

Asia tahu, jika ia terus membantah, kecurigaan nya akan semakin bertambah. Oleh karena itu diam adalah sikap yang di anggap nya paling baik. Sedangkan ketika itu sendiri sebenar nya Fir’aun

telah meragukan kesetiaan permaisuri yang amat di cintai nya tersebut.

Di tatap nya permaisuri nya yang cantik itu dengan tatapan yang menusuk hati.”Apakah engkau menyaksikan hukuman yang di timnpakan kepada orang-orang

yang tidak mengakui aku sebagai tuhan yang agung?”

Dengan pandangan yang jijik dan penuh kebencian, Asiah berpaling dari pandangan suami nya. Mengingat apa yang d lakukan Fir’aun terhadap Masyitoh (juru sisir kerajaan)

yang di hukum mati karena mempertahankan keimanan nya kepada Tuhan, tiba-tiba muncul dalam diri nya kekuatan untuk melawan suami nya. (Karena juru sisir itu Anonim,

akhir nya dalam perkembangan nya ia di personifikasikan menjadi Masyitah, seolah tokoh bernama Masyitah).

Maka dengan perasaan benci yang menggunung, Asiah dengan lantang berkata, “Engkau akan celaka menghadapi siksaan Allah, wahai Fir’aun!”

Bagaikan di sambar petir Fir’aun terkesiap mendengar apa yang di ucapkan istri yang di kasihi nya itu. Dengan tatapan tajam ia menatap Asiah sambil

menggeram. “Apakah engkau telah gila seperti dayang-dayang mu itu?”

Kini Asiah merasa sudah benar-benar lepas dari Fir’aun serta merasa siap dengan siksaan yang bakal di hadapi maka tidak ada guna nya lagi untuk takut

kepada suami nya yang zhalim itu. Ia semakin berani menentang Fir’aun, “aku tidak gila tetapi aku beriman kepada Tuhan ku, Tuhan mu, dan Tuhan semesta Alam ini!”

Tak bisa di lukiskan dengan kata-kata kemarahan Fir’aun saat itu, karena merasa di khianati oleh orang yang paling dekat dan paling di cintai nya.

Segera saja ia memanggil pengawal untuk menjaga ketat kamar Asiah.

Pada hari itu juga Fir’aun memanggil mertua nya, melalui seorang kurir. Fir’aun meminta mertua nya untuk membujuk Asiah supaya kembali ke jalan yang telah ia tetapkan.

Ketika bunda nya masuk ke dalam kamar Asiah, terlihat Asiah sedang duduk termenung. Hati orang tua itu amat trenyuh membayangkan siksaan yang akan menimpa putri nya

jika ia meneruskan pembangkangan terhadap Fir’aun. Maka dengan suara tangis yang tersedu-sedu ia mendekati putri nya, “Apakah benar kabar yang telah sampai

padaku Nak?” Asiah menjawab pelan, “Kabar itu tidak salah, ibu.”

“Tetapi engkau tahu bahwa semua rakyat di sini menyembah suami mu. Fir’aun adalah raja dan tuhan yang di agungkan. Dan barang siapa berani menentang nya, pasti akan

mati, kata bunda nya lagi.

Rupa nya Fir’aun tidak sabar menunggu bujukan mertua nya. Ia segera mendobrak pintu kamar, dengan pandangan nanar ia tatap mertua nya dan bertanya, apa kata nya?”

Belum sempat dijawab, Asiah menyela,”aku tiadk akan meninggalkan keimananku kepada Tuhanku, Tuhanmu, dan Tuhan alam alam semesta .”

Seketika itu Fir’aun menyuruh pengawal nya untuk mendirikan empat tiang. Lalu di ikat nya tangan dan kaki Asiah pada ke empat tiang tadi dengan tubuh telentang.

Kemudian Fir’aun memrintahkan kepala Algojo untuk mencambuk Asiah dengan keras.

Di sela-sela penyiksaan yang kejam, Fir’aun membujuk Asiah supaya kembali kepada nya. Tetapi Asiah tidak menggubris nya. Ia tetap pada keimanan nya.

Di mulut yang lemah sesekali terdengar ucapan “Tiada tuhan selain Allah.”

Semakin keras cambukan yang di terima nya, semakin kuat pula iman yang tertancap di dada wanita shalihah ini. Hingga akhir nya, Fir’aun menindih tubuh Asiah

dengan batu besar.

Namun sebelum itu Asiah sempat mengucapkan do’a yang amat terkenal yang di abadikan dalam Al-Qur’an.

“Ya Allah, bangunlah untuk ku sebuah rumah di sisi-Mu dalam syurga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatan nya, dan selamatkan aku dari kaum yang zhalim.”

(QS At-Tahrim: 11)

Seketika itu pula Asiah melihat malaikat membentangkan sayap nya untuk melindungi nya, dan di perlihatkan kepada nya sebuah rumah yang telah di sediakan untuk nya.

Asiah pun tersenyum sesaat, sebelum hembusan nafas nya yang terakhir. Karena itu, ketika siksaan Fir’aun mencapai puncak nya, yaitu menaruh batu yang sangat besar

dan berat di atas tubuh Asiah, sesungguh nya wanita shalihah itu sudah tidak bernyawa. Sehingga ia tidak merasakan lagi puncak penyiksaan itu.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s